Monday, February 05, 2007

kenisah : ulama, mesjid, fitnah, dan kiamat

ULAMA, MESJID, FITNAH, DAN KIAMAT
 
Fitnah merajalela.
Ulama tidak dihormati.
Banyak masjid namun kosong.
 
Penganut agama Islam meyakini bahwa kelak akan terjadi kejadian musnahnya alam semesta ini, dimana dikenal dengan sebutan kiamat. Para penganutnya juga mempercayai beberapa fenomena pertanda munculnya hari kiamat akhir jaman tersebut, diantaranya adalah ketiga fenomena di atas : fitnah, ulama, dan masjid.
 
Apabila fitnah telah merajalela.... Dan sekarang --kayaknya-- sudah waktunya. Jaman ini fitnah adalah hal yang biasa terlontar. Mulai dari masyarakat awam hingga politik internasional sudah sering menggunakan strategi fitnah. Bukan hanya keributan antar  rumah tangga, persaingan antar tukang ojek, usaha mengejar kepangkatan, atau persaingan bisnis. Berita dan opini, podium pidato, hingga urusan antar negara-pun sudah terlalu sering melempar fitnah guna kepentingan pribadinya. Mungkin kasus penggunaan fitnah ini tidak jauh berbeda dengan kasus korupsi di Indonesia. Siapa bilang 'hanya' pejabat Indonesia korupsi ? Bukan hanya pejabat. Hampir semua lapisan masyarakat membudayakan korupsi. Demikian juga halnya dengan fitnah.
 
Jaman makin tua, jaman makin susah. Makin banyak orang dan makin banyak problem, namun repotnya makin banyak keinginan bendawi yang menggiurkan dan melenakan. Semua tanah pijakan laksana makin sempit, sehingga manusia berebut segala sesuatu dengan rakusnya berpacu melawan waktu seakan ketakutan bahwa bumi ini akan meledak dan menyemburkan semua isi yang dikandungnya. Terburu, harus cepat dan kuat. Kalau perlu licik. Dan akhirnya segala cara dan daya diupayakan untuk meraih apa yang diinginkan. Segala daya upaya, termasuk fitnah. Walau konon fitnah itu hal yang keji, lebih keji dibanding pembunuhan.
 
Rasanya fitnah sudah bukan hanya menjalar di dunia ini, tetapi sudah menyelimuti dan merasuk hingga ke sum - sum. Sudah menjadi dagangan dan cerita sehari - hari. 'Sego-jangan saben dino', kata orang jawa timur; lumrah; nasi sayur setiap hari. Bahkan saya-pun tidak yakin terhadap diri saya, bisa jadi tulisan saya ini tidak bebas fitnah. Karena konon fitnah akan muncul dari hati yang kotor, seperti hati kebanyakan orang sekarang ini, termasuk saya.
 
Ketika ulama tidak dihormati .... Dan sekarang --kayaknya-- sudah waktunya. Kata 'Ulama' berarti 'orang yang berilmu / mengerti', ilmu yang 'lurus' tentunya, bukan ilmu mencopet. Kedekatan katanya adalah dari 'ilmu', 'aalim', 'alima', dan 'allama'.
Konon ulama sejatinya merupakan profesi pewaris Nabi, penerus dakwah. Nabi wafat tidaklah meninggalkan permata, istana, kapal pesiar, atau perkebunan yang luas, Nabi wafat meninggalkan tugas dakwah dan keharusan menjaga agama Tuhan. Sebuah profesi yang sulit dan menuntut manusia pilihan, karena Nabi adalah manusia pilihan Tuhan. Sejatinya seperti itulah tugas Ulama, setidaknya menurut saya.
 
Namun kali ini kita sudah sering mendengar berita bahwa profesi ini mengundang nada cibir. Setidaknya menurut hemat saya kita harus meneropong dari dua sisi sehingga kita bisa mengerti mengapa profesi ini dicibiri banyak orang. Sisi pertama adalah dari sisi para ulama-nya sendiri. Beberapa ulama --walau tidak semuanya-- tergoyang nafsunya untuk menggandaikan ayat - ayat Suci guna kepentingan politik dan gepokan duit. Dan lewat cara ini mereka sukses mendapatkannya; kekayaan, kedudukan, relasi, dan popularitas. Kalau yang seperti ini sebetulnya sudah bukan lagi bisa disebut sebagai pewaris dakwah Nabi. Mereka hanya seperti pedagang gelap yang berusaha cari untung sendiri saja. Tidak terlalu beda dengan tikus yang menggerogoti dinding kayu. Mereka hanya bibit - bibit penyakit yang memporak-porandakan ummat saja.
 
Sisi kedua adalah kondisi masyarakat yang cenderung sekular. Tuntutan status ekonomi di masa kapitalisme ini mau tidak mau membuat orang - orang terkonsentrasi untuk menekuni dunia material dan semakin meninggalkan ajaran spiritual, entah sampai kapan--mungkin sampai kelak di Timur Tengah sono terjadi perang Armageddon yang diikuti juga oleh Nabi Isa dan Dajjal. Sebuah kejadian yang mungkin tidak akan lama lagi.
 
Semakin hari semakin sedikit orang yang berprofesi sebagai pewaris Nabi, kebanyakan orang lebih termotivasi untuk menjadi pewaris materi, profesi jalur bendawi, termasuk saya juga. Dengan kondisi seperti ini, jelas sudah bahwa  Ulama sebagai profesi spiritual akan semakin terpinggirkan dan tidak lagi dihormati, walau profesi ulama sejatinya tidaklah perlu gila hormat.
 
Kedua sisi cara pandang terhadap ulama ini saling bertautan sehingga tidak mudah bagi kita untuk menguraikannya dengan jernih.
 
Banyak masjid namun kosong .... Dan sekarang --kayaknya-- sudah waktunya. Hal ini tidak lepas dari efek kapitalisme yang makin jelas dan vulgar berusaha hendak memisahkan masyarakat dari dunia spiritual. Dan dampaknya adalah sepinya tempat peribadatan, sepinya masjid - masjid. Dan karena masyarakat sudah terlalu demikian ketat mengejar materi --termasuk saya juga-- maka kita lebih sering di pusat bisnis ketimbang di masjid. Ya beginilah nasib kita sebagai korban faham materialisme yang memang menjadi panutan dunia sekarang ini.
 
Kalau pada jaman Nabi dulu, konon salah satu sudut luar halaman masjid dijadikan pasar 'kaget' untuk berjual-beli sekedarnya. Namun kali ini jaman sudah berbalik. Masjid disembunyikan di sudut sempit parkiran mall, dekat dengan pembuangan toilet dan tersembur asap buangan mesin AC.
 
Di tengah kelesuan pengunjung masjid ini, anehnya masjid - masjid mewah ramai didirikan seakan beradu megah, bahkan bila perlu berhias mahkota emas segala. Didirikan untuk pengakuan akan kekayaan, pengakuan status sosial, demi ketenaran, atau sebagai alat politik dan kekuasaan. Masjid yang didirikan untuk alasan ini, tidaklah mungkin memberi cahaya hidayah Tuhan, karena hanya merupakan sosok berhala bersorban. Mungkin lebih mirip seperti itu. Karena masjid seperti ini hanya bisa membisu dalam menjawab tantangan jaman. Apalagi untuk meluruskan kebejatan moral. Padahal sejatinya mesjid adalah sentra peradaban Islam, dimana ihwal pemerintahan, pendidikan, dan segenap permasalahan sosial dibahas di masjid. Sehingga masjid memiliki fungsi sebagai sarana untuk 'menegakkan keadilan' dan 'menyejahterakan masyarakat'. Itulah mengapa masjid seharusnya berhasil menyinarkan hidayah Tuhan, memajukan masyarakatnya.
 
Belum lagi masjid yang didirikan 'hanya' karena perpecahan ummat yang berbeda dalam masalah sepele. Sejatinya masjid adalah tempat berkumpul -- tempat bersatu --tempat ber-ukhuwwah. Bila terdapat permasalahan ummat, maka di masjid-lah tempat untuk menyelesaikannya. Namun entah kenapa bisa ada beberapa golongan masyarakat Islam yang cek-cok dalam hal sepele, mereka lantas membangun masjid tersendiri. Memisah. Ini lebih mirip kubu atau benteng pertempuran, bukan masjid lagi. Benteng terhadap masjid atau golongan lain. Seakan - akan malah terbalik, mesjid satu berarti berbeda pemeluk dengan masjid yang lain. Dan ukhuwwah (persatuan) - pun tercampakkan. Pada suatu hari yang lalu, saya juga pernah mendengar nasehat dari guru ngaji saya, bahwa nanti di akhir jaman, ummat Islam akan tercerai - berai laksana kayu yang rapuh..... Dan sekarang --kayaknya-- sudah waktunya. Mohon koreksinya.....[] haris fauzi - 4 februari 2007


salam,
haris fauzi


8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

Wednesday, January 24, 2007

kenisah : hijrah

 
HIJRAH
 
 
'Hijrah' adalah kata yang populer. Mengacu kepada 'perpindahan' Rasul Muhammad SAW dari Makkah ke Yatsrib. Perpindahan ini adalah dalam rangka dakwah agama Islam, namun lebih tepat lagi dalam rangka hendak menyusun suatu masyarakat yang lebih bermartabat, masyarakat yang menghormati hukum sehingga lebih beradab. Seperti kita ketahui, suku - suku di Makkah kala itu hidup laksana dikubangan kebodohan hukum rimba, tepatnya hukum gurun. Saling garong dan saling embat adalah hal biasa. Dan Muhammad yang kala itu menetap di Makkah-- merasa tidaklah memiliki energi yang cukup untuk membuat masyarakat Makkah menjadi lebih baik. Lantas Muhammad memutuskan untuk berhijrah ke Yatsrib. Karena Yatsrib merupakan daerah 'merdeka' yang sangat memungkinkan Muhammad untuk membangun masyarakat dan mengembangkan dakwahnya. Kejadian ini diabadikan sebagai tonggak tahun baru Islam.
 
Di Yatsrib, perkembangan dakwah Muhammad  sedemikian pesat. Se-pesat kemajuan masyarakat daerah itu untuk menjadi lebih baik, lebih beradab, sehingga walhasil nama daerah Yatsrib-pun diubah menjadi Kota Madinah. 'Madinah' artinya masyarakat madani, masyarakat beradab, atau kala itu disebut masyarakat 'kota' yang memiliki aturan dan hukum. Madinah sendiri bisa juga diartikan dengan 'kota'.
Dalam konteks ini 'Hijrah' juga bisa diartikan perpindahan menuju masyarakat 'kota'. Namun arti ini jadi sedikit rancu sekarang, karena menjadi legitimasi untuk mendorong perkembangan kaum urban dari desa yang berbondong - bondong meluruk ke ibukota, Jakarta misalnya. Namun tak bisa dipungkiri juga bahwa bisa jadi tradisi urbanisasi ini ter-inspirasi oleh peristiwa Hijrah Muhammad.
 
Selain itu 'Hijrah' juga memiliki banyak arti dan sayap, bisa juga diartikan dengan 'transformasi', 'reformasi', 'kemerdekaan' dan lain sebangsanya, yang berdefinisi sebagai 'perubahan menuju yang lebih baik'. Karena spirit-nya memanglah itu. Ber-'hijrah' untuk menjadi lebih baik.
 
Ada hal menarik lain di balik peristiwa 'hijrah' ini, sebuah fenomena yang belum terlalu populer. Kebetulan saya sedang membaca buku karya Dr.Ali Syariati, dan buku ini memuat fenomena tersebut. Sekitar 2500 tahun sebelum peristiwa hijrah Muhammad ini terjadi suatu rentetan peristiwa yang seakan - akan bersifat kebetulan terhadap peristiwa hijrah-nya Muhammad.
 
Kejadian itu dimulai dengan di-'merdeka'-kannya dan dipersuntingnya seorang budak hitam asal Ethiopia oleh Nabi Ibrahim AS, leluhur para Nabi. Seorang budak yang lantas menjadi orang merdeka dan kemudian menjadi seorang istri Nabi. Budak ini bernama Hajar.
..... Dimana dituliskan pula oleh Dr. Ali Syariati bahwa  dalam bahasa Ethiopia kata 'Hajar' ini berarti : 'KOTA PERADABAN', ... berarti 'Madinah'.  Suatu kebetulan, kah ?
 
Nabi Ismail adalah buah hati pernikahan Ibrahim dengan Hajar.  Hajar adalah Ibu para Nabi. Hajar adalah teladan dan perlambang Ibu yang bertanggung jawab, dimana dia melakukan perjalanan dari Safa ke Marwa guna mencari dan mendapatkan air untuk bayinya, Ismail. Sebuah perjalanan ibadah yang kemudian diabadikan dalam ritual ibadah Haji dengan sebutan 'Perjalanan Sya'i'. Sebuah perjalanan ibadah  yang sejatinya mirip perjalanan hijrahnya Muhammad.
 
Selain itu --bila menengok kebiasaan berbahasa bangsa Arab yang terbiasa dengan huruf konsonan--,  bukankah kata 'Hajar' juga memiliki identifikasi huruf konsonan dengan 'hijrah' ? Dimana ada sebutan 'muhajir' untuk kaum yang ber-hijrah mengikuti Muhammad. Istimewa bukan ? Sebegitu istimewa Ibu Hajar ini, sehingga 'rumah terakhir' Hajar sangat berdekatan dengan sebuah bangunan yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. Bangunan itu bernama Ka'bah , Rumah Allah.
 
Selamat tahun baru 1428 Hijriyyah. [] haris fauzi - 23 Januari 2007


salam,
haris fauzi


We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Friday, January 19, 2007

kenisah : banks

BANKS

Saya pernah bilang kepada beberapa rekan kantor saya, bahwa dia itu orang yang bersahaja. Dua orang rekan wanita yang mendengar istilah saya itu saling melempar senyum, mungkin mereka ini tidak familiar dengan istilah 'bersahaja'. Pada saat itu --sekitar tahun 1996-- kita memang sedang rame - rame menyaksikan di televisi rekaman konser grup rock Genesis di Inggris, seingat saya di stadion Wembley. Yang saya maksud dengan 'bersahaja' terutama adalah sosok keyboardist-nya yang bernama Tony Banks. Walau terus terang saya tidak bisa memainkan alat musik, dalam arti saya hanyalah penikmat 'jelata' musik, tetapi jelas - jelas saya sungguh terkesima dengan kelincahan jejari Banks, dan juga ke-bersahaja-annya dalam manggung. Baju langganan tampil dia adalah celana panjang dan t-shirts yang dilapis jas ringan yang kerap dia gulung lengannya untuk mempermudah gerakan tangannya dalam menjangkau tuts - tuts keyboards yang berhamparan disekelilingnya. Seringkali kedua tangannya bersilang lengan, tangan kanan berada di sisi kiri dan tangan kiri sibuk di keyboard sisi kanan. Kanan - kiri - depan - belakang berjajar rapi duplikat ebony- ivory. Dan Banks memang lebih sering terendam puluhan --mungkin ratusan-- tuts yang penuh sesak itu. Sesekali saja spotlight mengenai wajahnya. Jarang. Apalagi dia lebih demen menunduk, atau mencermati dengan pandangan serius ke alat musiknya itu yang bagi orang awam seperti saya seakan nggak ada bedanya. Hanya berupa deretan bilah yang tersusun rapi berkelir sebagian hitam dan lebih banyak putihnya.


Penggemar musik art rock jelas sudah maklum, Banks memang jagoan keyboards, atau setidaknya pernah menjadi jagoan. Kita tidaklah perlu meragukan kemampuan dan karya Banks dalam album - album Genesis, setidaknya 'early' Genesis hingga tahun 75-an -- kunci mati album 'The Lamb Lies Down On Broadway'. Banks kala itu terlihat sebagai sosok keyboardist maha-sakti. Sang Empu dengan karya - karya yang spektakuler. Mungkin saingannya adalah Rick Wakeman --keyboardist kelompok Yes yang sering berdandan mirip dewa yang turun dari langit, atau juga Keith Emerson yang aksi panggungnya gila - gilaan, dimana tuts keyboards-nya berjajar dari ujung kiri panggung hingga ujung kanan panggung, dan Emerson terbang meluncur sambil jemarinya bersicepat memainkan tuts keyboards.

Itu adalah sekelebat kehebatan dua keyboardist progresif dunia, berikut gambaran singkat penampilannya di panggung. Tetapi untuk Banks, cukup mengenakan t-shirts dalam pertunjukan yang dia lakoni. Dan Banks tetaplah salah satu keyboardist progresif terbaik di dunia ini.


Kilas perjanalanan musiknya, Banks adalah salah satu pendiri kelompok musik progresif-rock Genesis bersama Peter Gabriel, dan ketika Gabriel hengkang, maka walhasil dia-lah yang paling senior. Penggemar musik art atau progresif rock jelas sudah maklum bahwa pergeseran musikalitas Genesis setelah hengkangnya Gabriel membuat karya Genesis mengendur dari sisi progresivitas-nya,-- berujud Pop-Rock. Ini mengakibatkan sebagian penggemarnya menggerutu, meninggalkan Genesis -- bisa jadi termasuk juga menggerutu kepada Banks. Setidaknya berujar bahwa 'kesaktian' Genesis telah lenyap -- 'kesaktian' Banks telah lenyap, seiring hengkangnya Gabriel.


Mungkin ihwal peralihan aliran bermusik ini bisa dimaafkan, setidaknya dari sisi Tony Banks. Saya mencoba menawarkan untuk kita agar menyimak lebih mantab lagi goyangan jejari keyboardist Inggris yang bernama asli Anthony George Banks ini. Album - album Genesis paska 'The Lamb Lies Down on Broadway', mulai 'Wind & Wuthering' 1977 hingga 'Calling All Stations' 1997 yang sering dikategorikan menjurus ke 'pop-rock' itu --seharusnya-- masihlah menyisakan keperkasaan Banks.


Di album 'Duke' 1980 keperkasaan keyboard Yamaha dan Hammond organ racikannya nampak benar terutama di lagu - lagu 'Heathaze' dan 'Cul-De-Sac'. Amazing. Ketika rilis album 'Abacab' 1981 saya harap kita semakin tidak sangsi lagi dengannya pada meddley 'Dodo-Lurker', walau karya itu tidak semegah seperti halnya Meddley 'Cinema Show' yang sungguh populer di panggung konser itu.


Setidaknya ada tiga lagu di album 'Invisible Touch' 1986 yang sejatinya menunjukkan betapa hebat jejari Banks mengelus Yamaha, Korg, atau perangkat midi lainnya. Demikian juga dengan rilis album 'Calling All Stations' 1997 dimana Banks lebih banyak berperan --mungkin karena Phil Collins juga sudah undur diri dari Genesis,-- maka album Genesis yang satu ini lebih mirip album solo Tony Banks. Sekali lagi, andai kita simak lebih khusyuk lagi, mungkin tidak ada alasan bagi kita untuk berkata bahwa Banks 'tidaklah sakti lagi'.


Bagaimana dengan album solo Tony Banks ? Setidaknya tujuh album sudah dia telurkan. Dan setidaknya pula --seingat saya-- album 'The Fugitive' 1983 yang populer dengan lagu 'This Is Love', album 'Soundtracks' 1986 dimana Fish (vokalis Marillion) ikut urun suara di lagu 'Shortcut to Somewhere' , dan album 'Bankstatement' 1989 yang demikian dahsyat menunjukkan bahwa Banks adalah salah satu keyboardis terbaik yang ada di dunia ini. Beruntung Inggris memiliki aset seperti dia, yang telah konsisten berkarya lebih dari empat puluh tahun.[] haris fauzi - 19 Januari 2007



salam,
haris fauzi





It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.