Friday, January 19, 2007

kenisah : banks

BANKS

Saya pernah bilang kepada beberapa rekan kantor saya, bahwa dia itu orang yang bersahaja. Dua orang rekan wanita yang mendengar istilah saya itu saling melempar senyum, mungkin mereka ini tidak familiar dengan istilah 'bersahaja'. Pada saat itu --sekitar tahun 1996-- kita memang sedang rame - rame menyaksikan di televisi rekaman konser grup rock Genesis di Inggris, seingat saya di stadion Wembley. Yang saya maksud dengan 'bersahaja' terutama adalah sosok keyboardist-nya yang bernama Tony Banks. Walau terus terang saya tidak bisa memainkan alat musik, dalam arti saya hanyalah penikmat 'jelata' musik, tetapi jelas - jelas saya sungguh terkesima dengan kelincahan jejari Banks, dan juga ke-bersahaja-annya dalam manggung. Baju langganan tampil dia adalah celana panjang dan t-shirts yang dilapis jas ringan yang kerap dia gulung lengannya untuk mempermudah gerakan tangannya dalam menjangkau tuts - tuts keyboards yang berhamparan disekelilingnya. Seringkali kedua tangannya bersilang lengan, tangan kanan berada di sisi kiri dan tangan kiri sibuk di keyboard sisi kanan. Kanan - kiri - depan - belakang berjajar rapi duplikat ebony- ivory. Dan Banks memang lebih sering terendam puluhan --mungkin ratusan-- tuts yang penuh sesak itu. Sesekali saja spotlight mengenai wajahnya. Jarang. Apalagi dia lebih demen menunduk, atau mencermati dengan pandangan serius ke alat musiknya itu yang bagi orang awam seperti saya seakan nggak ada bedanya. Hanya berupa deretan bilah yang tersusun rapi berkelir sebagian hitam dan lebih banyak putihnya.


Penggemar musik art rock jelas sudah maklum, Banks memang jagoan keyboards, atau setidaknya pernah menjadi jagoan. Kita tidaklah perlu meragukan kemampuan dan karya Banks dalam album - album Genesis, setidaknya 'early' Genesis hingga tahun 75-an -- kunci mati album 'The Lamb Lies Down On Broadway'. Banks kala itu terlihat sebagai sosok keyboardist maha-sakti. Sang Empu dengan karya - karya yang spektakuler. Mungkin saingannya adalah Rick Wakeman --keyboardist kelompok Yes yang sering berdandan mirip dewa yang turun dari langit, atau juga Keith Emerson yang aksi panggungnya gila - gilaan, dimana tuts keyboards-nya berjajar dari ujung kiri panggung hingga ujung kanan panggung, dan Emerson terbang meluncur sambil jemarinya bersicepat memainkan tuts keyboards.

Itu adalah sekelebat kehebatan dua keyboardist progresif dunia, berikut gambaran singkat penampilannya di panggung. Tetapi untuk Banks, cukup mengenakan t-shirts dalam pertunjukan yang dia lakoni. Dan Banks tetaplah salah satu keyboardist progresif terbaik di dunia ini.


Kilas perjanalanan musiknya, Banks adalah salah satu pendiri kelompok musik progresif-rock Genesis bersama Peter Gabriel, dan ketika Gabriel hengkang, maka walhasil dia-lah yang paling senior. Penggemar musik art atau progresif rock jelas sudah maklum bahwa pergeseran musikalitas Genesis setelah hengkangnya Gabriel membuat karya Genesis mengendur dari sisi progresivitas-nya,-- berujud Pop-Rock. Ini mengakibatkan sebagian penggemarnya menggerutu, meninggalkan Genesis -- bisa jadi termasuk juga menggerutu kepada Banks. Setidaknya berujar bahwa 'kesaktian' Genesis telah lenyap -- 'kesaktian' Banks telah lenyap, seiring hengkangnya Gabriel.


Mungkin ihwal peralihan aliran bermusik ini bisa dimaafkan, setidaknya dari sisi Tony Banks. Saya mencoba menawarkan untuk kita agar menyimak lebih mantab lagi goyangan jejari keyboardist Inggris yang bernama asli Anthony George Banks ini. Album - album Genesis paska 'The Lamb Lies Down on Broadway', mulai 'Wind & Wuthering' 1977 hingga 'Calling All Stations' 1997 yang sering dikategorikan menjurus ke 'pop-rock' itu --seharusnya-- masihlah menyisakan keperkasaan Banks.


Di album 'Duke' 1980 keperkasaan keyboard Yamaha dan Hammond organ racikannya nampak benar terutama di lagu - lagu 'Heathaze' dan 'Cul-De-Sac'. Amazing. Ketika rilis album 'Abacab' 1981 saya harap kita semakin tidak sangsi lagi dengannya pada meddley 'Dodo-Lurker', walau karya itu tidak semegah seperti halnya Meddley 'Cinema Show' yang sungguh populer di panggung konser itu.


Setidaknya ada tiga lagu di album 'Invisible Touch' 1986 yang sejatinya menunjukkan betapa hebat jejari Banks mengelus Yamaha, Korg, atau perangkat midi lainnya. Demikian juga dengan rilis album 'Calling All Stations' 1997 dimana Banks lebih banyak berperan --mungkin karena Phil Collins juga sudah undur diri dari Genesis,-- maka album Genesis yang satu ini lebih mirip album solo Tony Banks. Sekali lagi, andai kita simak lebih khusyuk lagi, mungkin tidak ada alasan bagi kita untuk berkata bahwa Banks 'tidaklah sakti lagi'.


Bagaimana dengan album solo Tony Banks ? Setidaknya tujuh album sudah dia telurkan. Dan setidaknya pula --seingat saya-- album 'The Fugitive' 1983 yang populer dengan lagu 'This Is Love', album 'Soundtracks' 1986 dimana Fish (vokalis Marillion) ikut urun suara di lagu 'Shortcut to Somewhere' , dan album 'Bankstatement' 1989 yang demikian dahsyat menunjukkan bahwa Banks adalah salah satu keyboardis terbaik yang ada di dunia ini. Beruntung Inggris memiliki aset seperti dia, yang telah konsisten berkarya lebih dari empat puluh tahun.[] haris fauzi - 19 Januari 2007



salam,
haris fauzi





It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

1 comment:

Anonymous said...

Good post.