Tuesday, June 17, 2008

kenisah : keajaiban

KEAJAIBAN KITARO - ANDERSON
 
 .....

You are the sea

You are the sky

You are the ocean

I am the Earth

I am the Island of your Love

....

('Island of Life' - Dream Album - Kitaro)

 
Kitaro, musisi, perkusionis ekspresionis asal Jepang. Dia mengaku belajar menciptakan karya musik dari alam, dari desah cemara, dari percik air, dari awan - awan yang bergerak menyelimuti angan dan mimpinya.
Jon Anderson, rocker yang puitis asal Inggris, memimpin kelompok musik progresif rock terbesar sepanjang sejarah dunia, YES, yang eksis semenjak akhir dekade 60-an hingga kini. Walau dia sekarang juga sudah mulai sepuh, Anderson terus berkarya di jalur ini, sekaligus melukis dan mencipta puisi. Maklum, selain memiliki suara yang demikian jernih laksana dewa, Anderson juga pintar menyusun lirik dan prosa.
 
Anderson dan Kitaro, keajaiban Jepang dan kedahsyatan Inggris yang berkolaborasi di tahun 1992, merilis album 'Dreams'. Dalam album ini, kekuatan musik alam sebagai ciri khas Kitaro, muncul bukan hanya dalam format bunyi, namun lirik dan judulnya sungguh mencengangkan. Terlebih ketika Anderson menjajarkan kalimat karyanya, --salah satunya dalam lagu 'Island of Life',-- terlihat jelas bagaimana kedua kekuatan itu bersinergi. Dari sisi judul, kita bisa pastikan bahwa segmentasi musik yang lahir dari alam semesta tak bisa dipungkiri akan mencuat dengan kuat. Judul lagu seperti ' Symphony Of The Forest ', dan 'A Drop Of Silence' membuktikan hal itu. Itulah musiknya Kitaro.
 
Ketika dalam karya - karya sebelumnya Kitaro banyak  didominasi bunyi perkusi, dalam album ini Kitaro lebih suka bercengkrama dengan bunyi keyboard dan ayunan gitar yang memiliki mainstream progresif, kubu Anderson. Sayatan gitar Hiroshi Araki  nggak jauh dari pola permainan David Gilmour, gitaris Pink Floyd.
Seakan turun dari surga, suara bening Jon Anderson mengalun masuk telinga, mengisi relung hati, dan mengusik jiwa. Andai bukan suara yang berasal dari kerongkongan Anderson, mungkin lagu - lagu dalam album ini tak akan sedahsyat ini.
Ketika kita harus mencerna lagunya dalam lamunan, dalam pancaran surya timur, maka terasa jelas bahwa kita menjadi bagian dalam lagu - lagu karya mereka berdua. Dawai gitar yang menyusur pelan, tegas, dan santun menambah nuansa agar kita lebih merasuk ke alam terbawah pikiran kita, mengajak berkontemplasi.
 
Selain dalam lagu 'Island of Life' yang begitu mengadopsi nuansa semesta, Jon Anderson berkontribusi penting dalam lagu yang lain: 'Lady Of Dreams'. Entah kenapa lirik buatan Anderson kali ini bagi saya mengingatkan kepada prosa - prosa karya pujangga India,  Rabindranath Tagore.
Dan dalam lagu tersebut kelihaian Anderson menyusun kata sekaligus melantunkannya laksana laskar langit yang berkarya demikian sempurna. Untuk itu, saya  bisa bilang bahwa Anderson sejajar dengan Tagore. Indah. Seindah malam. Seindah cinta.
...
save me a place in the heart of your hearts
when you think of love never forsake me
wanting and dreaming you
each time i think of you
....
Only a lady of dreams
she will bring magic
to sing to your heartstrings....
 
[] haris fauzi - 17 juni 2008


salam,

haris fauzi

1 comment:

Gatot said...

Memang ajaib boss ... Mereka pas banget berkolaborasi. Suara Jon memang pas dikawinkan dengan master kibordis (Kitaro, Vangelis).