Monday, October 27, 2008

kenisah : absurd

ABSURD

(...dan jangan ditiru)

 

Taruhlah seorang kerabat mengajak saya menuju gedung bioskop. Kerabat itu sebut saja bernama Tole. Saya berangkat dengan tanpa harapan, karena toh, ternyata saya dan Tole tidaklah tau apa saja judul film yang bakal diputar di gedung bioskop tersebut. "Mungkin kita bisa memilih disana", gitu hibur Si Tole. Saya dan Si Tole memang sedikit banyak menggemari film bertema mafia. Itu selera wajib bagi orang gemblung seperti saya dan Tole ini.

 

Akhirnya sampailah kami berdua ke hall gedung bioskop, yang terdiri dari empat ruang pertunjukan. Ruang pertama hari ini memutar film berjudul "Pocong Kecekik", ruang kedua memutar judul "Pocong Kesambit", ruang ketiga memutar film "Pocong Terbang", dan ruang terakhir memutar "Pocong Gantung".

 

Kalau toh harus menonton, kira - kira, bagi saya, maka saya tentu tak hendak menonton, kecuali ada film yang seleranya nyerempet selera saya, taruhlah yang berjudul "Pocongan Ber-Lupara di Sisilia".Tapi kala itu tak ada yang nyenggol.

Bolehlah kerabat saya itu memaksa hendak menraktir nonton, tapi, apalah artinya bila saya tak berselera dengan judul yang hendak di tonton. Berujung begitu, maka saya pasti memilih hengkang dari sinepleks dan ngelantur entah ke mana, mungkin ke toko buku atau ke toko musik.

 

Apabila kejadian itu memang benar - benar terjadi, maka pilihan saya adalah pergi meninggalkan sinepleks.Itu bagi saya lebih baik. Namun, sekali lagi, cerita di atas hanyalah tinggal cerita. Permisalan belaka.

 

Hari ini, pagi tadi, tanggal 25 oktober 2008, kota kami tercinta, Bogor, mengadakan Pemilihan Umum untuk Walikota. Ada lima pasang calon Walikota. Dan entah kenapa, semenjak masa kampanye, kelima calon itu tak ada yang memenuhi selera saya untuk mengikuti pesta demokrasi ini.

Seperti halnya pemilihan presiden tahun 2004 lalu, ketika jagoan saya, pak Amien Rais tidak lolos putaran kedua, maka saya sudah tidak berselera lagi mengikuti putaran final, yang akhirnya dimenangkan oleh pasangan yang kini kita semua sudah ketahui bersama.

 

Mungkin ada yang salah dengan selera saya. Mohon jangan anggap saya menyama-ratakan calon walikota dengan film misteri. Tapi pandanglah dari sisi 'pemenuhan selera'. Ketika disodori empat film, ketika disodori lima calon walikota, dan ketika semuanya itu tidak ada yang memikat hati dan pikiran saya.

 

Namun, bila hanya menyalahkan selera saya, maka jangan disalahkan apabila akhirnya saya memilih untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lain.Tanggal 25 oktober 2008, saya merasa letih. Semenjak pagi subuh mata masih saja mengantuk. Memang sudah tiga hari saya bergadang dan pulang larut. Saya ingin istirahat, sambil memutar album "Starker In Tokyo". Sebuah album panggung akustik yang membuktikan bahwa David Coverdale masih-lah menjadi vokalis rock terbaik yang pernah ada di jagat ini.[] haris fauzi-25 oktober 2008

 

salam,

haris fauzi

No comments: